Oknum Diduga Anggota Mengaku Kopassus Aniaya Satpam di Tapung Hulu, Lima Korban Luka-Luka – Kuasa Hukum PT NKS Desak Polisi Bertindak Tegas

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampar, Riau – Aksi kekerasan dan penganiayaan kembali mewarnai konflik lahan di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Kali ini, korbannya adalah petugas satuan pengamanan (Satpam) dari PT NKS, yang menjadi pihak outsourcing dari Koperasi Eno Nenek Senama (KNES).

Peristiwa yang terjadi baru-baru ini itu diduga melibatkan sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota satuan elit TNI, Kopassus, yang melakukan intimidasi, penodongan senjata api, hingga pemukulan terhadap para Satpam di lokasi kejadian.

Aksi brutal tersebut mengakibatkan lima anggota Satpam PT NKS mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit terdekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum PT NKS, Mohammad Syerland Orza, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut aksi main hakim sendiri ini sangat melanggar hukum dan mencoreng nama baik institusi TNI.

“Negara kita adalah negara hukum, sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, seharusnya menempuh jalur hukum, bukan dengan cara-cara intimidatif dan kekerasan seperti ini,” tegas Syerland kepada wartawan, Selasa 4 November 2025.

Baca Juga:  Bripda Dimas Sumbang Perunggu di Alfa Akuatik Open Swimming Championship 2026 Se-Indonesia

Menurutnya, konflik antara Koperasi KNES dan Koperasi Koposan bukanlah hal baru. Ketegangan antara kedua pihak sudah berulang kali terjadi dan belum menemukan titik damai.

Dijelaskan Syerland, pemicu terbaru berasal dari Koperasi Koposan, yang baru terbentuk, dan diduga menghasut warga untuk mengambil alih lahan sawit yang selama ini dikelola oleh KNES. Bahkan, kelompok ini disebut melibatkan oknum yang mengaku sebagai anggota TNI Kopassus untuk melakukan tindakan anarkis di lapangan.

“Pihak Satpam PT NKS hanya menjalankan tugas sesuai prosedur dan berkomunikasi dengan baik. Namun justru mendapat perlakuan kekerasan, bahkan ditodong senjata api,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak PT NKS telah melaporkan peristiwa penganiayaan dan penodongan senjata api tersebut ke Polres Kampar di Bangkinang.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap para pelaku maupun pihak-pihak yang mengaku sebagai oknum TNI Kopassus dalam peristiwa itu.

Kuasa hukum PT NKS berharap aparat penegak hukum segera bertindak agar insiden serupa tidak kembali terjadi, serta untuk menjaga marwah hukum dan keamanan masyarakat di wilayah Tapung Hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel indonewsterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemilik Gudang Bantah Tuduhan Penimbunan BBM Subsidi, Tegaskan Lokasi Merupakan Gudang dan Bengkel Perbaikan Kendaraan
Dit Intelkam Polda Riau Lakukan Silaturahmi ke Kantor Golkar Kab. Inhil Perkuat Green Policing dan Kamtibma
Sebelum Menjadi Model, Kemitraan Perhutanan Sosial Harus Terlebih Dahulu Lulus Uji Tata Kelola
Kuasa Hukum AZ dan BU: Penurunan Dermaga Akibat Aktivitas Gempa, Bukan Semata Kesalahan Konstruksi
Kapolsek Bagan Sinembah Beri Edukasi Bahaya Narkoba di SMK Yapim Taruna, Ajak Siswa Kejar Cita-Cita dan Jauhi Pergaulan Negatif
Diduga Kuasai Ratusan Hektare Lahan di Luar HGU, Warga Kota Garo Gelar Aksi Damai di PT Sekar Bumi Alam Lestari
Rutan Pekanbaru Berhasil Tangkap Kembali Napi Kabur, Ditemukan di Kawasan Rumbai
Klarifikasi Dugaan Gudang BBM Ilegal di Tenayan Raya: Lokasi Dipastikan Kosong, Tidak Ada Aktivitas
Berita ini 262 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:58 WIB

Pemilik Gudang Bantah Tuduhan Penimbunan BBM Subsidi, Tegaskan Lokasi Merupakan Gudang dan Bengkel Perbaikan Kendaraan

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

Dit Intelkam Polda Riau Lakukan Silaturahmi ke Kantor Golkar Kab. Inhil Perkuat Green Policing dan Kamtibma

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:46 WIB

Sebelum Menjadi Model, Kemitraan Perhutanan Sosial Harus Terlebih Dahulu Lulus Uji Tata Kelola

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:31 WIB

Kuasa Hukum AZ dan BU: Penurunan Dermaga Akibat Aktivitas Gempa, Bukan Semata Kesalahan Konstruksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Kapolsek Bagan Sinembah Beri Edukasi Bahaya Narkoba di SMK Yapim Taruna, Ajak Siswa Kejar Cita-Cita dan Jauhi Pergaulan Negatif

Berita Terbaru