Pemadaman Listrik Meluas di Riau: DPW GMPK Soroti Kelemahan Sistem dan Dugaan Kelalaian, Minta Diusut Tuntas  

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU II Pemadaman listrik berskala besar yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Riau sejak Jumat malam (22/5/2026) dan masih berjalan tidak stabil hingga hari ini, dinilai bukan sekadar gangguan teknis biasa. Ketua Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPW GMPK) Provinsi Riau, Adrian, menyatakan peristiwa ini mencerminkan kelemahan mendasar dalam sistem pengelolaan kelistrikan, serta mengandung indikasi kelalaian bahkan dugaan praktik korupsi yang harus diperiksa secara menyeluruh.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media, Sabtu (24/05/2026), Adrian mengungkapkan bahwa lebih dari 1,9 juta pelanggan di berbagai wilayah terdampak, dengan kerugian yang menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat, mulai dari rumah tangga, fasilitas pelayanan publik, hingga dunia usaha yang menderita kerugian hingga miliaran rupiah. Gangguan ini juga menimbulkan risiko keamanan dan keselamatan akibat padamnya penerangan jalan serta lampu pengatur lalu lintas.

“Peristiwa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Kerugian yang dialami rakyat dan negara harus menjadi titik balik untuk memperbaiki seluruh sistem kelistrikan di daerah ini,” tegas Adrian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak Cukup Hanya Alasan Cuaca

Menanggapi penjelasan PLN yang menyebutkan gangguan berasal dari kerusakan saluran transmisi di Provinsi Jambi akibat cuaca buruk, Adrian menegaskan bahwa alasan tersebut belum cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan masyarakat. Ia mempertanyakan kesesuaian standar konstruksi, kualitas pemeliharaan, serta penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

“Kita harus bertanya: apakah pembangunan dan perawatan jaringan sudah sesuai standar keamanan dan ketahanan? Apakah dana yang besar yang berasal dari uang rakyat benar-benar digunakan sesuai tujuannya? Jangan sampai anggaran hanya menjadi angka di atas kertas, sementara fasilitas yang dibangun rapuh dan mudah rusak. Seringkali di balik masalah teknis terdapat praktik penyalahgunaan anggaran, kolusi, atau pemborosan yang harus dibongkar,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Struktur dan Kawal Pembagunan,PROJO Riau Gelar Konferda 2026 di Pekanbaru

Empat Poin Penting Menuju Perbaikan

Berdasarkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepentingan umum, GMPK Riau menyampaikan empat poin utama yang harus menjadi perhatian seluruh pihak:

Pertama, pertanggungjawaban terbuka. Baik pengelola kelistrikan maupun pemerintah daerah wajib menjelaskan secara jelas penyebab sebenarnya, langkah pemulihan, serta rencana jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas, bukan sekadar janji atau alasan yang berulang.

Kedua, pemeriksaan sampai ke akar masalah. GMPK mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam. Jika ditemukan unsur korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau kelalaian berat yang merugikan negara, pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum tanpa pandang jabatan.

Ketiga, perbaikan sistem secara menyeluruh. Pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi harus menjamin kualitas, keandalan, dan ketahanan terhadap berbagai gangguan. Pengelolaan dana harus bersih, tepat sasaran, dan terbuka untuk diawasi masyarakat.

Keempat, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. Sebagai organisasi yang memperjuangkan keadilan dan pemberantasan korupsi, GMPK Riau menyatakan siap mengawal kasus ini sampai tuntas serta menjadi mitra masyarakat dan pemerintah. Segala indikasi ketidakwajaran atau upaya penutupan kesalahan akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Sampai saat berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu pemulihan pasokan listrik secara penuh dan stabil sesuai janji yang disampaikan pihak PLN.

 

Sumber : DPW GMPK RIAU

Editor : Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel indonewsterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Opini : Ketimpangan antara Dosen PNS dan Dosen PPPK Mulai dari regulasi kepegawaian, pengembangan karier akademik, hingga ketidak jelasan jenjang profesi dosen di lingkungan perguruan tinggi negeri
Perkuat Struktur dan Kawal Pembagunan,PROJO Riau Gelar Konferda 2026 di Pekanbaru
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Pengamanan Obvitnas, Pertamina Datangi Makodam di Pekanbaru
Danrem 031/WB di wakili Kasrem 031/WB membuka pelatihan operasional kendaraan Damkar dan penanganan kebakaran
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Upacara Harkitnas Ke-118, Kasdam Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian
Lahan Jagung Polsek Payung Sekaki Masuk Fase Panen, Kapolsek Turun Langsung ke Lokasi
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Kesiapan Tempur, Tim Pussenkav Tinjau Alutsista Kikav 6/RBT
Tingkatkan Kemampuan Taktis, Brimob Riau gelar Latihan Gerilya Anti Gerilya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:41 WIB

Pemadaman Listrik Meluas di Riau: DPW GMPK Soroti Kelemahan Sistem dan Dugaan Kelalaian, Minta Diusut Tuntas  

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:04 WIB

Opini : Ketimpangan antara Dosen PNS dan Dosen PPPK Mulai dari regulasi kepegawaian, pengembangan karier akademik, hingga ketidak jelasan jenjang profesi dosen di lingkungan perguruan tinggi negeri

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:46 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Pengamanan Obvitnas, Pertamina Datangi Makodam di Pekanbaru

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:40 WIB

Danrem 031/WB di wakili Kasrem 031/WB membuka pelatihan operasional kendaraan Damkar dan penanganan kebakaran

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:24 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Upacara Harkitnas Ke-118, Kasdam Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Berita Terbaru