Jakarta — Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI), Charles, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keputusan tegas pemerintah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti merusak lingkungan di wilayah Sumatera.
Charles menilai langkah tersebut sebagai keputusan berani dan berpihak pada kelestarian lingkungan serta keselamatan rakyat, khususnya masyarakat yang selama ini menjadi korban bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan kerusakan hutan akibat aktivitas perusahaan yang tidak bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menunjukkan keberpihakan nyata kepada lingkungan hidup dan masa depan generasi bangsa. Pencabutan izin 28 perusahaan perusak lingkungan di Sumatera adalah bukti bahwa negara hadir dan tidak tunduk pada kepentingan korporasi yang merugikan rakyat,” ujar Charles.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi pesan kuat bagi seluruh pelaku usaha agar menjalankan aktivitas ekonomi secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip keadilan ekologis. Charles menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh mengorbankan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia memandang bahwa langkah tegas ini sejalan dengan visi Indonesia Maju yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kelestarian alam, keberlanjutan sumber daya, dan perlindungan hak hidup masyarakat.
“Kami berharap kebijakan ini tidak berhenti pada pencabutan izin semata, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan lingkungan, penegakan hukum yang konsisten, serta pengawasan ketat agar praktik serupa tidak terulang di masa depan,” tambah Charles.
Sebagai organisasi mahasiswa berskala nasional, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup, keadilan sosial, dan keberlanjutan pembangunan demi kepentingan bangsa dan negara.














