Aliansi Mahasiswa Indonesia Sepakat Soeharto Pantas Jadi Pahlawan Nasional

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 November 2025 — Dalam momentum Hari Pahlawan, Aliansi Mahasiswa Indonesia bersama Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara (BEM PTNU), dan BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Diskusi Publik Nasional bertajuk “Keteladanan & Kepeloporan Soeharto sebagai Bapak Pembangunan: Sosok yang Layak Menjadi Pahlawan Nasional” di Gedung Panti Trisula Perwari, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi lintas agama yang kemudian menyatakan dukungan terbuka agar Presiden ke-2 RI, H. M. Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui penandatanganan petisi nasional.

Diskusi dipandu oleh Gangga Listiawan, Bendahara Nasional BEM PTNU, dan menghadirkan tiga pembicara lintas organisasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembicara pertama, Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM KSI, mengangkat tema “Soeharto dan Warisan Pembangunan Nasional: Fondasi Menuju Indonesia Maju.” Ia menilai Soeharto berhasil membangun pondasi kokoh bagi kemajuan bangsa.

“Soeharto adalah arsitek stabilitas nasional. Ia menata ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun infrastruktur besar yang manfaatnya masih dirasakan hingga kini. Memberikan gelar Pahlawan Nasional kepadanya adalah bentuk keadilan sejarah,” tegas Charles.

Pembicara kedua, Achmad Baha’ur Rifqi, Presiden Nasional BEM PTNU, memaparkan topik “Kemandirian dan Stabilitas Nasional: Alasan Soeharto Layak Menjadi Pahlawan Pembangunan.” Ia menilai bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, pengendalian inflasi, serta pemerataan pembangunan adalah buah dari kepemimpinan Soeharto.

Baca Juga:  Kades Kepenuhan Timur Bersama Tokoh Desa Temui Datuk H. Bahtiar: “Mari Jaga Persatuan, Hentikan Fitnah dan Kecurigaan”

“Pahlawan tidak selalu berjuang dengan senjata. Soeharto berjuang membangun bangsa dari ketahanan pangan hingga kemandirian industri. Ia menjadikan Indonesia berdikari secara ekonomi,” ujar Rifqi.

Sementara itu, Ahmad Samsul Munir, Presiden Nasional Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, memberikan perspektif pesantren dalam topik “Keteladanan Soeharto dalam Membangun Bangsa: Dari Pembangunan Desa hingga Ketahanan Nasional.”

“Soeharto membangun dari desa. Program Inpres Desa Tertinggal, pembangunan sekolah, hingga peningkatan ekonomi rakyat adalah bukti nyata keberpihakannya pada akar rumput. Sosok seperti ini pantas dikenang sebagai pahlawan pembangunan Indonesia,” tutur Samsul Munir.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penandatanganan petisi nasional oleh para perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Petisi ini menjadi puncak acara dan simbol dukungan moral mahasiswa agar pemerintah menimbang pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada H. M. Soeharto.

Dalam pernyataannya Charles Gilbert, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan refleksi atas kontribusi besar Soeharto dalam membangun pondasi bangsa.

“Kami tidak menutup mata terhadap sisi gelap sejarah, tetapi juga tidak menutup mata terhadap jasa besar Soeharto. Saatnya bangsa ini menilai secara objektif dan menempatkan beliau sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Charles.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 15.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan deklarasi dukungan. Para peserta menyebut petisi ini sebagai bentuk kesadaran moral generasi muda untuk menghormati jasa Bapak Pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel indonewsterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kakanwil Ditjenpas Riau Tegaskan Tuduhan di Lapas Pekanbaru Tidak Berdasar, Tim Sudah Turun dan Tidak Temukan Pelanggaran
Bantahan Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya, Lokasi Disebut Hanya Ruko Kosong
Tarawih Keliling Brimob Riau, Pererat Silaturahmi dan Hadirkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat
Direktur Media Patrolikriminal86 dan Kasatresnarkoba Polres Kuansing Santuni Anak Yatim di Dua Panti Asuhan
Hangat Kebersamaan, Dansat Brimob Polda Riau Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Dansat Brimob Dampingi Kapolda Riau Tinjau Jembatan Gobah Menjelang Diresmikan Oleh Kapolri
TINGKATKAN SINERGI DAN KEWASPADAAN, PESAN KAKANWIL DITJENPAS RIAU SAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H
Tebar Kebaikan Ramadhan, KSJ Riau Targetkan Santunan bagi 1.000 Penerima Manfaat di Berbagai Wilayah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:51 WIB

Kakanwil Ditjenpas Riau Tegaskan Tuduhan di Lapas Pekanbaru Tidak Berdasar, Tim Sudah Turun dan Tidak Temukan Pelanggaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 05:53 WIB

Bantahan Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya, Lokasi Disebut Hanya Ruko Kosong

Senin, 2 Maret 2026 - 16:26 WIB

Tarawih Keliling Brimob Riau, Pererat Silaturahmi dan Hadirkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:18 WIB

Direktur Media Patrolikriminal86 dan Kasatresnarkoba Polres Kuansing Santuni Anak Yatim di Dua Panti Asuhan

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:28 WIB

Hangat Kebersamaan, Dansat Brimob Polda Riau Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru