Zapin, Kebaya, dan Perempuan Melayu: Riau Rayakan Budaya di Ruang Publik

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU II Perhelatan Tari Zapin Massal berkebaya labuh kekek yang melibatkan ribuan penari perempuan berlangsung khidmat dan semarak di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Ahad (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen Provinsi Riau dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan budaya Melayu sebagai jati diri yang terus tumbuh di ruang publik.

Mengusung tema Bersatu dalam Gerak Zapin, Lestarikan Budaya Melayu”, ribuan perempuan dari berbagai latar belakang organisasi wanita, pendidik, komunitas masyarakat, hingga ibu-ibu PKK menyatukan langkah dalam satu gerak Zapin yang sarat makna, adab, dan kebersamaan.

Acara ini turut dihadiri oleh para Gubernur Riau pada masanya, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau, pimpinan instansi vertikal, lembaga negara, dan lembaga pemerintah non-kementerian, serta para Rektor perguruan tinggi di Provinsi Riau beserta istri atau yang mewakili. Hadir pula pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, General Manager Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Triyono, serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau bersama para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjabat Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tari Zapin bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan cerminan nilai disiplin, kekompakan, dan adab dalam kehidupan masyarakat Melayu. Menurutnya, Zapin mengajarkan bahwa kebersamaan lebih utama daripada menonjolkan diri, dan keindahan lahir dari keteraturan.

Ia juga menekankan makna kebaya labuh kekek yang dikenakan para penari perempuan sebagai simbol kehormatan dan martabat perempuan Melayu. Di tengah arus modernitas global, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa nilai dan kehormatan merupakan kekuatan.

Baca Juga:  Kapolda Riau Larang Pesta Kembang Api di Bumi Lancang Kuning saat Malam Tahun Baru

Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Dra. Hj. Adrias Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perjuangan budaya berbasis kebersamaan lintas organisasi perempuan. Menurutnya, budaya bukan hanya simbol, melainkan pedoman hidup yang harus dijalankan dan diwariskan agar tetap relevan sepanjang masa.

Sementara itu, Ketua Perempuan LAM Riau sekaligus Ketua Panitia, Dinawati, melaporkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Oktober 2025 melalui rapat pleno lintas organisasi perempuan. Latihan rutin digelar dua kali seminggu di Halaman Helipad Kediaman Gubernur Riau dan melibatkan ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai komunitas.

Awalnya, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 4.000 penari. Namun setelah pelaksanaan dan verifikasi di lapangan, jumlah peserta tercatat melebihi target awal tersebut.

General Manager MURI, Triyono, menyampaikan bahwa Tari Zapin Massal ini tidak lagi berada pada level Rekor Indonesia. Menurut penilaian MURI, Zapin sebagai warisan budaya Riau dengan jumlah peserta sebesar ini layak dicatat sebagai Rekor Dunia.

MURI menilai Pemerintah Provinsi Riau telah membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebudayaan hidup yang terus tumbuh, berkembang, dan dilestarikan secara kolektif oleh masyarakatnya.

Perhelatan Tari Zapin Massal berkebaya labuh kekek ini pun menjadi lebih dari sekadar pencatatan rekor, melainkan sebuah gerakan budaya yang menegaskan identitas, martabat, dan kebersamaan masyarakat Melayu Riau.(Rls)

Penulis : Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel indonewsterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekretaris IKM Riau Desak Pemko Pekanbaru Cabut Izin Seluruh Tempat Maksiat, New Paragon Jadi Preseden
Korem 031/Wira Bima Gelar Penyuluhan Kesehatan Kanker dan Tumor
Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Berikan Materi Perkap No. 1 Tahun 2009 kepada Tim Raga Polda Riau
Danrem 031/Wira Bima Silaturahmi dengan Datuk Engku Raja Lela Putra, Kerajaan Pelalawan
Masih Ada Pungutan Parkir di Warung Harian, DPRD Dorong Parkir Gratis di UMKM, Warung Harian, Swalayan Lokal, dan Rumah Sakit
Petarung Brimob Riau, Bripda Al Amin Septu Kelana Raih Emas di Riau National Taekwondo Championship 2026
Danrem 031/Wira Bima pantau lansung kegiatan penumbangan sawit +-400 an Ha di kawasan TNTN yang telah diserahkan untuk di hijaukan kembali (Reforestasi)
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Resmikan Padepokan Pencak Silat Militer dan Tutup Latkadertih Pencak Silat Militer TA 2025/2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:25 WIB

Sekretaris IKM Riau Desak Pemko Pekanbaru Cabut Izin Seluruh Tempat Maksiat, New Paragon Jadi Preseden

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:16 WIB

Korem 031/Wira Bima Gelar Penyuluhan Kesehatan Kanker dan Tumor

Senin, 2 Februari 2026 - 14:24 WIB

Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Berikan Materi Perkap No. 1 Tahun 2009 kepada Tim Raga Polda Riau

Senin, 2 Februari 2026 - 10:24 WIB

Danrem 031/Wira Bima Silaturahmi dengan Datuk Engku Raja Lela Putra, Kerajaan Pelalawan

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:10 WIB

Masih Ada Pungutan Parkir di Warung Harian, DPRD Dorong Parkir Gratis di UMKM, Warung Harian, Swalayan Lokal, dan Rumah Sakit

Berita Terbaru